Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 tidak hanya menjadi etalase produk kerajinan unggulan Indonesia, tetapi juga menjadi panggung penghargaan bagi para perajin, pelaku UMKM, dan wirausaha kreatif melalui gelaran INACRAFT Appreciation Night. Acara ini menghadirkan tiga penghargaan utama, yakni INACRAFT Award, INACRAFT Digital Excellence Award, dan INACRAFT Womenpreneurs Award, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas, inovasi, serta kontribusi terhadap industri kerajinan nasional.
Dalam apresiasi ini menjadi momentum penting bagi ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan tradisi kriya sekaligus mendorong transformasi modern di sektor kerajinan.
Program ASEPHI INACRAFT Award bertujuan untuk mendorong para pengrajin menghasilkan produk kerajinan tangan dengan tetap mengandalkan keterampilan tradisional, pola khas daerah, dan tema budaya, namun dikembangkan secara inovatif dan relevan dengan pasar masa kini. Melalui program ini, ASEPHI ingin memastikan kelangsungan dan keberlanjutan tradisi kriya yang menjadi identitas budaya Indonesia.
INACRAFT Award merupakan adaptasi dari kriteria dan program UNESCO, dan telah menjadi program unggulan World Craft Council (WCC) dalam mendukung produsen kerajinan di berbagai negara. Standar penilaian mencakup aspek kualitas craftsmanship, orisinalitas desain, keberlanjutan bahan, nilai budaya, hingga potensi pasar.
Sejak INACRAFT Award 2016, ASEPHI telah melakukan terobosan dengan mengembangkan sistem seleksi berbasis aplikasi online, guna menyederhanakan proses pendaftaran, dan memperluas partisipasi perajin dari berbagai daerah. Meskipun sistem telah beralih ke digital, standar dan teknik penilaian tetap dipertahankan sesuai dengan kriteria internasional.
Proses Penjurian Berlapis dan Ketat
Pada INACRAFT 2026, proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahap yang ketat dan terstruktur. Penjurian Tahap I dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di mana Dewan Juri menilai produk-produk yang didaftarkan langsung oleh para artisan atau pemilik produk selama pelaksanaan INACRAFT. Dari 29 produk yang terdaftar secara online, hanya 5 produk yang menyerahkan fisik produk kepada panitia. Selain itu, terdapat 21 produk yang didaftarkan secara offline dengan membawa fisik produk secara langsung. Untuk mengakomodasi karya mandiri para perajin, juri memutuskan untuk menambahkan 9 produk pilihan agar dapat ikut dinilai dalam proses seleksi.
Sementara itu, Penjurian Tahap II, yang juga berlangsung pada 5 Februari melibatkan total 50 produk, terdiri dari 29 produk online dan 21 produk offline. Setelah proses seleksi awal, Dewan Juri melanjutkan penilaian terhadap produk-produk yang telah disubmit dalam 7 kategori utama. Secara keseluruhan, terdapat 79 produk terpilih, termasuk kategori independen.
Penjurian Tahap III kembali dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan fokus pada pemilihan tiga nominasi tertinggi di setiap kategori melalui proses penilaian dan ‘tagging’ oleh para juri. Tahap ini menjadi penentu akhir untuk menetapkan para pemenang yang dinilai paling unggul dari segi kualitas produk, nilai inovasi, dan keberlanjutan usaha.
ASEPHI berharap pada tahun-tahun mendatang akan semakin banyak perajin dan artisan yang mampu menghadirkan produk dengan standar tinggi sesuai dengan kriteria INACRAFT Award. Untuk itu, organisasi ini mendorong adanya sosialisasi aktif oleh pengurus BPD dan BPC kepada anggota di daerah, agar semakin banyak produk unggulan yang dapat berpartisipasi dalam kompetisi prestisius ini.
INACRAFT Digital Excellence Award: Apresiasi Transformasi Digital UMKM
Selain penghargaan produk kerajinan, INACRAFT Appreciation Night juga menghadirkan INACRAFT Digital Excellence Award, yang diberikan kepada pelaku usaha dan brand kriya yang dinilai berhasil dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan branding, serta mengoptimalkan strategi pemasaran daring.
Penghargaan ini menyoroti pelaku UMKM yang aktif memanfaatkan e-commerce, media sosial, website resmi, serta strategi digital marketing untuk menembus pasar nasional maupun global. Program ini sejalan dengan visi ASEPHI dalam mendorong transformasi digital industri kerajinan, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi kreatif.
INACRAFT Womenpreneurs Award: Menguatkan Peran Perempuan dalam Industri Kriya
Penghargaan INACRAFT Womenpreneurs Award menjadi bentuk apresiasi khusus bagi perempuan wirausaha yang berperan besar dalam pengembangan industri kerajinan. Award ini diberikan kepada sosok-sosok perempuan yang dinilai berhasil membangun usaha berkelanjutan, memberdayakan komunitas lokal, menciptakan lapangan kerja, serta melestarikan budaya melalui kriya.
Melalui penghargaan ini, INACRAFT menegaskan peran strategis perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke dunia usaha berbasis budaya dan kreativitas.
Momentum Penguatan Ekosistem Kerajinan Nasional
INACRAFT Appreciation Night 2026 menjadi lebih dari sekadar malam penganugerahan. Acara ini berfungsi sebagai ruang refleksi, inspirasi, dan penguatan ekosistem industri kerajinan nasional, dengan mempertemukan perajin, desainer, buyer, pemangku kepentingan, dan pemerintah.
Melalui rangkaian penghargaan ini, ASEPHI berharap dapat mendorong standar kualitas yang lebih tinggi, memperluas inovasi berbasis tradisi, mempercepat digitalisasi UMKM, serta memperkuat peran perempuan dalam industri kriya Indonesia.
Daftar Pemenang dalam INACRAFT Award 2026
Inilah para pemenang INACRAFT AWARD 2026 di kategori CERAMICS, WOOD, dan STONE. Selamat kepada:
A. Ceramic Category
1. Bale Series – Cemara Ceramic
2. “Meow” Tcha Bowl – Antin Sambodo
3. Ikebana – Creami.co
B. Wood Category
1. Kipas Kayu Lukis Wayang Kamasan – Wiracana Hand Fan
2. Carved Batur – Mitra Bali Fair Trade
C. Stones Category
1. Duo Kudo – Symmetric Designer
2. Arum Merapi – Sanzcraft Studio
D. Textiles Category
1. Ulos Pewarna Alam “Sibolang” – Elseria Ulos
2.Ulos & Mandar Liris Namarsimata – Dame Ulos
3. Kain Tenun Sidan – Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu Susiana
4. Kain Batik “Kebersamaan Yang Abadi” – Catur Wijaya, S.sn
E. Metal Category
1. Vas Gelas Tembaga – Nuansa Art
2. Medividi Kucing Claudia Brooch – PT Rona Nirwana Asa
F. Natural Fibers Category
1. Takui – PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara
2. Agel Round Basket – PT Nine Square Home
3. Gedebog Tote Bag Nusa Roundie PT Bavana Catha Nusantara
Kategori Apresiasi Penjualan Komitmen
1. BPD Jawa Tengah
2. BPD Bali
3. BPC Semarang
4. BPC Pekalongan
5. BPD Sumatera Barat
Best Talam Delicraft
1. Ngramu
Best Booth Individu
1. Danawa
Owner : Yansita
Best Booth Kementerian/Dinas/ BUMN
1. Dinas Perdagangan Kota Bandung
Owner : Dinas Perdagangan & Perindustrian Kot
a Bandung
Daftar Pemenang INACRAFT Womenpreneurs Award
A. Kategori Best Senior Craft Exporter Womenpreneur
1. Ekawati Prayogo (PT. Pivico Manunggal) – BPD ASEPHI DKI Jakarta
2. Deasy Priska (Valerie Crochet) – BPD ASEPHI Banten
B. Kategori Best Social & Cultural Preservation Womenpreneurs
1. Reni Katrina Manurung (Dame Ulos) – BPD ASEPHI Sumatera Utara
2. Farhaniza (Yagi Forest) – BPD ASEPHI NAD
3. Patricia Ardiani (Long Story Short) – BPD ASEPHI DKI Jakarta
Daftar Pemenang INACRAFT Digital Excellence Award
A. Best Digital Branding Category
1. Boolao
2. Craftdenim.id
3. Studio Dapur
B. Best Digital Marketing Performance Category
1. Shoeka
2. Craftdenim.id
3. Sovlo
C. Best Digital Innovation Category
1. Leswan Leather
2. Sovlo
3. OG Jewelry
D. Best Of The Best IDEA 2026
1. Boolao
Best Of The Best All Category
Ulos Pewarna Alam “Sibolang” – Elseria Ulos
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita