Penutupan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya pameran kerajinan terbesar yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Gudeg. Bagi Ketua BPD ASEPHI Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Project Officer INACRAFT Festival Yogyakarta 2026, Emirita LN Pratiwi atau yang akrab disapa Tiwi, momen tersebut justru menjadi titik awal lahirnya generasi baru pelaku industri kriya nasional.
Dalam acara penutupan yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Minggu, 19 Juli 2026, Tiwi menyampaikan apresiasi kepada para finalis Kompetisi Nasional Desainer Muda INACRAFT Festival 2026 yang menjadi salah satu rangkaian utama festival. Kompetisi tersebut menantang peserta mengolah kain perca menjadi produk fesyen dan kriya bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Menurut Tiwi, proses kreatif yang berlangsung selama sekitar tiga bulan, sejak Mei hingga Juli, membuktikan bahwa material yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi karya inovatif yang memiliki nilai estetika, ekonomi, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Saya berharap apa yang sudah kita laksanakan selama tiga bulan ini tidak berhenti dengan diumumkannya para pemenang. Ini harus menjadi pintu gerbang bagi adik-adik semua untuk masuk ke industri kreatif, khususnya industri kriya Indonesia,” kata Tiwi.
Ia menegaskan bahwa ASEPHI tidak akan melepas para finalis begitu saja setelah kompetisi berakhir. Organisasi tersebut berkomitmen memantau perkembangan karya para peserta selama satu tahun ke depan agar ide yang lahir dari kompetisi dapat berkembang menjadi produk komersial yang berkelanjutan.
Menurut Tiwi, peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga desainer muda yang telah memiliki karya. Mereka diharapkan mampu naik kelas menjadi pelaku usaha kreatif yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya berharap tahun depan adik-adik tidak lagi menjadi peserta kompetisi, tetapi sudah menjadi peserta pameran yang mengisi booth-booth INACRAFT dengan produknya sendiri,” ujarnya.
Pada malam penutupan itu, panitia juga mengumumkan para pemenang Kompetisi Nasional Desainer Muda INACRAFT Festival 2026. Juara pertama diraih Reksa Studio melalui karya Petualangan Harimau Sumatera dengan nilai 8,26. Posisi kedua ditempati Michelle Ludya dari Jawa Barat dengan karya Jelma Fragments In Harmony yang memperoleh nilai 8,19. Sementara juara ketiga diraih Ike Fitriana Dyah melalui brand Patchora Clock dengan nilai 8,03.
Penilaian dilakukan dalam dua tahap, yakni berdasarkan kualitas desain pada tahap pertama, kemudian kualitas produk dan presentasi pada tahap akhir. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kusno Wibowo.
Tiwi juga mengingatkan bahwa budaya di ASEPHI berbeda dengan penyelenggaraan pameran pada umumnya. Selama 27 tahun penyelenggaraan INACRAFT, organisasi tersebut tidak mengenal konsep penutupan sebagai akhir sebuah kegiatan.
Menurut dia, setiap penyelenggaraan justru menjadi jembatan menuju agenda berikutnya.
INACRAFT Festival Yogyakarta 2026, misalnya, langsung menjadi bagian dari rangkaian menuju INACRAFT Oktober 2026 yang akan berlangsung pada 7–11 Oktober di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut diperkirakan menghadirkan sekitar 1.000 peserta, jauh lebih besar dibandingkan sekitar 250 peserta yang mengikuti festival di Yogyakarta.
Karena itu, Tiwi meminta seluruh peserta mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu bersaing di panggung yang lebih besar.
“Kalau sekarang sekitar 250 peserta, nanti di Jakarta mencapai sekitar seribu peserta. Kompetisinya tentu lebih ketat sehingga semua harus menyiapkan produk terbaik,” katanya.
Selain agenda di Jakarta, ASEPHI juga telah menyiapkan berbagai kegiatan lanjutan, antara lain pameran di Makassar, Jogja WOW, hingga penyelenggaraan INACRAFT berikutnya pada 2027. Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperluas pasar produk kerajinan Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha kreatif.
Menurut Tiwi, kesinambungan penyelenggaraan pameran merupakan bagian dari misi ASEPHI untuk terus mengampanyekan kecintaan terhadap produk kerajinan dalam negeri sekaligus memperkuat industri kecil dan menengah.
“Kami mempunyai kewajiban untuk terus mengampanyekan kecintaan terhadap produk Indonesia dan produk IKM serta UKM agar mampu menggerakkan perekonomian,” ujarnya.
Bagi Tiwi, keberhasilan INACRAFT Festival Yogyakarta bukan hanya diukur dari besarnya transaksi maupun jumlah pengunjung, tetapi juga dari lahirnya talenta-talenta baru yang kelak diharapkan mengisi stan-stan pameran INACRAFT sebagai pelaku industri kreatif Indonesia. Menurutnya, regenerasi desainer muda merupakan investasi penting agar industri kriya nasional terus tumbuh dan mampu bersaing di pasar global.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.