Pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT on October 2026 yang akan digelar pada 7–11 Oktober 2026 dengan mengusung tema Youthpreneurs: Technocraft, mulai menunjukkan geliat kuat menjelang penyelenggaraan. Direktur Mediatama Event, Umi Noor Wijiati, menyebut tingkat partisipasi exhibitor sudah melampaui ekspektasi awal panitia.
“Perkembangannya semakin bagus. Antusias dari BPD dan BPC daerah tinggi, dan semua berjalan lancar,” kata Umi dalam wawancara, awal Mei 2026.
Panitia menargetkan 860 peserta untuk edisi Oktober. Hingga awal Mei, sekitar 750 booth telah terisi. Sisa slot, menurut Umi, akan diisi melalui kolaborasi dengan BUMN dan dinas pemerintah daerah.
“Sudah masuk sekitar 750-an. Sisanya kita paralelkan dengan BUMN dan dinas,” ujarnya.
Berbeda dari edisi sebelumnya, INACRAFT Oktober akan menampilkan penataan zona yang lebih terstruktur. Panitia tengah mengupayakan pembagian area tematik yang memudahkan pengunjung sekaligus memperkuat identitas produk.
Sejumlah konsep zona baru masih dalam tahap penjajakan, termasuk area bertema khusus yang menggabungkan pendekatan kurasi produk, storytelling, dan pengalaman pengunjung. “Pembagian zonanya akan lebih rapi,” kata Umi.
Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin selektif terhadap pengalaman pameran, bukan sekadar transaksi.
Selain pembenahan fisik pameran, panitia juga memperkuat sisi digital. INACRAFT Oktober 2026 dirancang tidak hanya sebagai pameran offline, tetapi juga sebagai ekosistem hybrid yang terintegrasi dengan platform digital.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab perubahan perilaku konsumen global yang semakin digital-oriented. Kehadiran katalog online memungkinkan buyer internasional tetap mengakses produk meski tidak hadir secara fisik.
Selain itu, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) akan didorong untuk meningkatkan kualitas konten digital, mulai dari foto produk, deskripsi, hingga strategi pemasaran berbasis media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Garap Segmen Youth
Salah satu fokus INACRAFT Oktober 2026 adalah menggarap segmen generasi muda. Panitia menilai keberlanjutan industri kerajinan sangat bergantung pada regenerasi pelaku dan pasar.
Konsep “youth” akan dihadirkan melalui kurasi brand muda, produk dengan desain kontemporer, serta aktivasi yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi Z dan milenial. Beberapa program yang disiapkan antara lain workshop kreatif, kolaborasi lintas disiplin, hingga panggung interaktif.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi bahwa produk kerajinan hanya identik dengan pasar tradisional atau kolektor tertentu.
“Harapannya anak muda bisa melihat kerajinan sebagai sesuatu yang relevan dengan gaya hidup mereka,” kata Umi.
Penyelenggaraan INACRAFT Oktober berlangsung di tengah ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi. Namun, panitia tetap optimistis sektor kerajinan mampu bertahan.
Umi menyinggung pengalaman krisis 1998 sebagai referensi ketahanan sektor UKM. Menurut dia, dalam kondisi sulit sekalipun, pelaku usaha kecil terbukti mampu beradaptasi dan bangkit.
“Kita mencoba agar UKM tidak terpuruk. Seperti 1998, walaupun krisis kita masih bisa bangkit,” ujarnya.
Ia berharap pameran ini dapat menjadi momentum untuk menjaga daya beli sekaligus memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri.
“Harapannya, produk Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Umi.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.