Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) kembali memperluas jejaring pasar internasional dengan berpartisipasi dalam Malaysia Gifts Fair 2026, pameran industri hadiah, cendera mata, dan merchandise terbesar di kawasan Asia Tenggara yang berkolaborasi dengan The ASEAN Gifts & Craft Federation (AGCF). Ajang bertajuk ASEAN’s Ultimate Sourcing Hub for Gifts, Premiums, and Merchandise itu berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Exhibition Hall 1–4, dan menjadi ruang strategis bagi pelaku industri kreatif untuk bertemu pembeli, distributor, serta mitra bisnis dari berbagai negara.
Wakil Ketua Umum II Bidang Kerja Sama Regional dan Internasional ASEPHI Baby Jurmawati mengatakan keikutsertaan ASEPHI bukan sekadar menghadirkan produk kerajinan Indonesia, melainkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kreatif regional. Menurut Baby, Malaysia merupakan salah satu pintu masuk penting untuk memperluas akses pasar ASEAN sekaligus menjangkau pembeli dari Timur Tengah, Asia Timur, hingga Eropa yang rutin mengunjungi pameran tersebut.
“Malaysia Gifts Fair menjadi momentum yang sangat strategis bagi pelaku usaha kerajinan Indonesia untuk memperkenalkan kualitas, keberagaman desain, serta kemampuan produksi yang kita miliki. Kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja sama bisnis dan memperluas pasar ekspor,” ujar Baby.
ASEPHI juga memanfaatkan pameran di Kuala Lumpur sebagai sarana memperkenalkan kekayaan kriya Indonesia yang mengedepankan nilai budaya, keberlanjutan, dan keterampilan para perajin. Produk berbahan kayu, rotan, serat alam, tekstil, keramik, hingga dekorasi rumah dinilai masih memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional, terutama seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang ramah lingkungan dan memiliki identitas budaya yang kuat.
Keikutsertaan pada Malaysia Gifts Fair 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang ASEPHI untuk memperkuat diplomasi ekonomi melalui sektor kerajinan. Organisasi tersebut berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia mampu menembus pasar ekspor melalui pameran internasional, sekaligus memperkokoh citra Indonesia sebagai salah satu pusat industri kerajinan berkualitas di kawasan Asia Pasifik.
Pacu Ekspansi Global
Baby yang juga Founder Asia Pacific Crafts Alliance (APCA) itu menilai kerja sama lintas negara kini menjadi kebutuhan utama di tengah persaingan industri kreatif global. Karena itu, ASEPHI terus membangun kemitraan dengan berbagai organisasi kerajinan di kawasan Asia Pasifik agar pelaku UMKM Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi pasar, tren desain, teknologi produksi, hingga jaringan pembeli internasional.
Menurut Baby, APCA dibentuk sebagai wadah kolaborasi antarlembaga kerajinan di kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat ekosistem industri kreatif. Melalui jaringan tersebut, para pelaku usaha tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti pameran internasional, tetapi juga berpeluang membangun kolaborasi produksi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan desain yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Bagi ASEPHI, pameran internasional bukan hanya ruang transaksi dagang, tetapi juga arena membangun kepercayaan pasar global terhadap produk kerajinan Indonesia. Dengan memperluas jejaring bisnis dan kolaborasi regional, organisasi itu optimistis nilai ekspor produk kriya nasional akan terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perajin serta UMKM di berbagai daerah Indonesia.
Setelah Malaysia Gifts Fair 2026, ASEPHI telah menyiapkan agenda promosi berikutnya di pasar internasional. Baby Jurmawati mengatakan organisasi tersebut akan melanjutkan partisipasi pada Global Crafts Festival di Hanoi, Vietnam pada November 2026, serta Artigiano in Fiera 2026 di Milan, Italia, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Menurut Baby, kedua pameran itu memiliki karakter yang hampir mirip dengan INACRAFT sehingga dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk kerajinan Indonesia. Vietnam dinilai menjadi pintu masuk penting untuk memperkuat jejaring perdagangan di kawasan ASEAN, sedangkan Artigiano in Fiera merupakan salah satu pameran kerajinan terbesar di Eropa yang mempertemukan ribuan perajin dan pembeli dari berbagai negara.
Baby menjelaskan, keikutsertaan dalam rangkaian pameran internasional tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan ASEPHI untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkenalkan kekayaan kriya Nusantara kepada konsumen global. “Kami ingin memastikan produk kerajinan Indonesia hadir secara konsisten di berbagai pameran dunia. Semakin sering pelaku UMKM tampil di panggung internasional, semakin besar peluang mereka membangun jejaring bisnis, memperoleh pembeli baru, dan meningkatkan nilai ekspor,” ujarnya.
Melalui agenda internasional yang berkesinambungan itu, ASEPHI berharap para pelaku usaha tidak hanya memperoleh transaksi dagang jangka pendek, tetapi juga membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Bagi organisasi tersebut, pameran di Kuala Lumpur, Hanoi, hingga Milan merupakan bagian dari satu strategi besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kerajinan dan produk kreatif unggulan di pasar dunia.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.